Dalam perjalanan saya menuju suatu kota yg terkenal dengan getuk trio menggunakan "coltway" koridor 1 tegal-magelang tak sengaja mendengar pembicaraan antara ayah dan anak.
anak : Ayah.. idiot itu apa sih?
Ayah: Idiot adalah keadaan dimana seseorang menjelaskan suatu kata sederhana kepada orang lain secara panjang lebar dan berlebihan sehingga mengakibatkan orang yang menanyakan tidak paham atau mengerti sama sekali, paham?
Anak : (dengan wajah polosnya menjawab) tidak…
sifat-sifat ‘baik’ setan yang patut ‘ditiru’ oleh manusia? berikut ini sifat-sifat setan yg mesti dicontoh manusia :
1. Pantang Menyerah, setan akan selalu menggoda imam manusia sebelum tujuannya tercapai.
2. Selalu Berusaha, setan selalu mempunyai usaha yang kreatif dan inovatif untuk menggoda manusia agar terjerumus di dalam dunianya.
3. Konsisten, setan tidak pernah mengeluh walaupun dia gagal untuk menggoda manusia, tapi dia tetap pantang menyerah.
4. Solider, setan tdk pernah saling menyerang satu sm lain, akan ttp mereka selalu berkerja sama dlm mencapai tujuan yaitu menggoda manusia.
5. Jenius, setan memang pintar untuk menggoda manusia. Ia dapat menciptakan ide-ide kreatif dan tidak plagiat.
6. Tanpa Pamrih, setan melakukan pekerjaan menggoda manusia 24 jam nonstop dan tidak meminta imbalan sedikitpun tidak seperti kita.
7. Suka Berteman, setan selalu ingin berteman dan dapat menjaga pertemanan (Setia, solider) agar temannya di neraka kelak akan banyak.
Menginjakkan kaki di dingin malam suatu tempat di jember. Suatu tempat yang sebenarnya jauh dari rumah, dengan langkah-langkah yang penuh dengan kerinduan. Jalan Utama ini begitu lengang… Pukul 3 kurang seperempat pagi hari. Mataku tertumbuk pada sebuah adegan. Seorang nenek renta yang dengan pakaian khas jawa dan kain batik lusuh menawarkan dagangan sayurnya pada orang yang lewat di sekitar situ. Aku mencoba lebih dekat tanpa berusaha membuatnya mengalihkan perhatiannya padaku dengan berpura-pura memainkan kameraku, ketika seorang sedang menawar dagangannya… “piro sak untinge mak?”, nenek itu menjawab“pitung atus seket nak”. “Ah larang emen to.. elek-elek ngene kok pitung atus seket, wis patang atus sak untinge”. “Aku tuku 2 unting”. ” Alhamdulillah… maturnuwun Gusti…”.
Pendengaranku terdiam, tercekat… hatiku serasa tertusuk oleh sesuatu… Usianya mungkin sudah tujuh puluhan, baju kebayanya tampak lusuh, kulitnya kering hitam legam pekerja. Kain batiknya tampak kotor. Di malam sedingin itu, si ibu hanya bertelanjang kaki… hatiku bertanya.. “Ya ampun ibu setua ini, malam-malam masih mencari rezeki, ke mana anaknya?”
Aku mendekat dan memberanikan diri bertanya… “Mbah… kok pagi-pagi gini udah jualan ?”. “Yo kudu esuk-esuk ngene le.. nek gak esuk-esuk mengko gak payu.., Nggolek pangan, nek gak dodolan, mengko ora mangan.”. Lho mbah kakungnya mana?. “Wis ora ono le… wis suwi..” Aku menyesal sudah menanyakan itu… Aku hanya menunduk dan menyalakan rokokku,diantara bayangan asap rokok kulihat air muka tua yang penuh guratan usia… “Beliau sudah terlalu tua untuk semua ini….” Mataku nanar memandang lampu di kejauhan….”Anak’e dimana mbah?”. “Anakku wis karo bojone…Anakku yo wong susah, dadi yo gak pengen nambahi susah anakku”. “Nek yahmene dodolan sayuran, mengko rodo awan nggolek kardus bekas nang pasar, didol maneh”. Hatiku serasa tercabik-cabik, terlempar ke sana kemari,,, Jam menunjukkan pukul tiga lebih sepuluh,waktu serasa bergerak pelan sekali….. Aku berjongkok,mengulurkan uang dari sakuku. “Opo iki le?, ora usah!’ Nenek itu menolak, Nek… ini buat nenek… tapi nenek habis ini pulang, istirahat saja hari ini. nenek itu melihatku, matanya membesar dan mendekatkan tangannya… “Alhamdulillah Gusti Pangeran… Alhamdulillah…. Aku hanya terdiam tercekat mendengar rasa syukur nenek itu… Tenggorokanku seperti menelan sesuatu yang tidak enak, yang disangkal hatiku…
Ditujukan kepada semua IBU yang telah bekerja keras demi keluarga, demi anaknya, demi pengabdiannya pada keluarga. Terima kasih atas segala yang telah kau berikan padaku, mengajariku tentang semuanya… Maafkan anakmu yang durhaka ini.. maaf.. Ibu..
Kenapa BULAN tampak selalu kesepian di tengah indahnya lautan Planet, Bintang dan kawan-kawannya ?
Posted: 15/12/2010 in Cerpen Super PendekKenapa bulan tampak selalu kesepian?
Dulu bulan punya kekasih, mereka mengarungi angkasa bersama-sama. Mereka hidup di dunia “sana”,KUEKUATSHUE itulah nama kekasih sang bulan. Namun di sisi lain ada “roh” yang iri dengan mereka, “TRICKSTER”. Ia ingin memiliki bulan untuk dirinya sendiri. Suatu hari, Trickster berkata bahwa “BULAN” ingin mendapatkan bunga mawar dari BUMI, dunia kita. namun “KUEKUATSHUE” tidak tahu bahwa bila dia memasuki dunia kita, dia tidak akan pernah kembali lagi ke “dunianya”. Itulah sebabnya “KUEKUATSHUE” tiap malam memandang langit dan memanggil nama kekasihnya. Tanpa pernah bisa menyentuhnya lagi selama-lamanya…
KUEKUATSHUE = WOLVERINE, (Nenek moyang serigala <mungkin>) karena WOLVERINE bukanlah WOLF.
NB : Bukan diilhami dari iklan jadul yg ceritanya tentang “bulan yang terlambat munculnya” cmn potongan dari film “X – MEN ORIGIN. WOLVERINE”
Bila sakit berlanjut setelah membaca cerpen ini, harap segera hubungi dokter terdekat. Penulis tidak bertanggung jawab atas derita dan sakit yang anda alami.
Begitu Indah dunia dibawah cahaya mentari, begitu beruntung bisa menjadi manusia…
Tidak begitu halnya dunia “manusia malam” yang hanya hitam dan putih, abu-abu. Warna-warni yang ada hanya buatan manusia… sangat jauh dibanding warna-warni alami kreasi-NYA.
Credit to : MR.SASMITO… Terima Kasih…..
Brrrr…. dingin sekali malam ini….. Kukatupkan kedua telapak tanganku dan meniupnya, dengan harapan mengurangi rasa dingin yang menusuk ini dari udara yang keluar dari paru-paruku. Semburan dingin dari angin malam ini serasa merobek-robek kulitku dan menelanjangiku. Derai air gerimis sudah mengguyur tak henti-henti dari tadi sore. meninabobokan semua rutinitas manusia di malam ini, melelapkan manusia yang sudah kelelahan dengan semua aktifitas mereka. Terlelap dalam alam mimpi yang luas membentang.
Di jalan yang dingin dan sunyi ini aku masih menyusurinya….. berjalan di antara pongahnya bangunan-bangunan sepanjang jalanan ini. Lelah… dan ku terduduk di trotoar jalanan. memandangi diriku sendiri. celana ini masih celana yang sama, dengan celana yang kupakai 3 hari lalu. Baju ini masih baju yang sama 2 hari lalu… Cacing-cacing dalam perutku telah kuberi jatah makan mereka, namun itupun 2 hari lalu. Beberapa potong ubi rebus seadanya. Dan secangkir kopi yang rasanya sudah asam karena sudah terlalu lama aku seduh dan mendingin… Kini cacing-cacing itupun berdemo, menuntut aku memberi mereka makan, seperti demo-demo mahasiswa-mahasiswa di suatu negara antah berantah.
Hmmmhhh…. Kesempatan….. Rasanya satu hal yang sangat indah dan menakjubkan kalau kita mengetahui bahwa “kesempatan” sedang berada depan kita.
Pernah merasa menyesal karena salah mengambil jalan/arah/keputusan pada suatu kesempatan yang ada di depan anda? Ataukah anda tipe orang yang tak pernah menyesal karena telah mengambil keputusan karena anda berprinsip “apapun keputusan/arah/jalan yang anda ambil selalu ada konsekwensinya, baik atau buruk” hingga anda tak pernah merasa menyesal?
Ataukah anda menyesal karena tidak mengetahui pernah ada kesempatan yang ada di depan anda namun anda sama sekali tak mengetahuinya, dan anda tahu kesempatan itu ada namun sudah terlewat sekian kurun waktu kemudian. Lalu anda menyesal ?







